INTERNET DAN DUNIA BISNIS

hallo semua..
kembali lagi dengan saya imanuel simbolon  , kali ini saya ingin membagikan wawasan tentang "INTERNET DAN DUNIA BISNIS" masih dalam mata kuliah komputer dan masyarakat ,yukk kita simak bersama..
ada banyak loh topik pembahasan kali ini jadi siapin kopi biar ga ngantuk guys..

INTERNET DAN DUNIA BISNIS
Internet adalah rangkaian hubungan jaringan komputer yang dapat diakses secara umum di seluruh dunia, yang mengirimkan data dalam bentuk paket data berdasarkan standar Internet Protocol (IP).
           


Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.





PENGGUNAAN INTERNET DALAM BISNIS


Penggunaan internet dalam bisnis mengalami perkembangan, dari pertukaran informasi secara elektronik ke aplikasi strategi bisnis, seperti:pemasaran, penjualan, dan pelayanan pelanggan. Internet mendukung komunikasi dan kerja sama global antara pegawai, konsumen, penjual, dan rekan bisnis yang lain. Internet mungkinkan orang dari organisasi atau lokasi yang berbeda bekerja sama sebagai satu tim untuk mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan memelihara produk atau pelayanan.


Akibat internet, pemasaran terhadap perusahaan, produk, dan pelayanan menjadi proses yang interaktif saat ini. Situs Web perusahaan bukan hanya sekedar menyajikan katalog produk dan media promosi, melainkan digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan berkonsultasi dengan konsumen secara On-line, bulletin boards, kuesioner elektronik, mailing lists, dan pengiriman surat elektronik. Sehingga konsumen dapat dilibatkan secara langsung dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk.
Ada tiga langkah yang dapat dilakukan sebelum memulai bisnis dalam internet, yaitu:
1. mengembangkan produk unggulan yang akan dijual di web shop
2. mengembangkan web shop yang mampu menjual produk tersebut
3. menarik pengakses internet untuk berkunjung ke web shop tersebut.

PERUBAHAN BUSINESS ENVIRONMENT
Apa itu business environtment ? Business environment (lingkungan bisnis)adalah faktor-faktor yang bisa berpengaruh secara langsung ataupun tidak langsung terhadap aktifitas bisnis. Dan lingkungan bisnis sendiri terbagi menjadi 2 yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal.

1.lingkungan bisnis internal adalah faktor faktor yang ada dalam kegiatan produksi itu sendiri dan berpengaruh langsung terhadap hasil produksi. Biasanya Lingkungan ini digunakan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan. Lingkungan ini sendiri terdiri dari:

- Tenaga kerja

- Modal

- bahan baku

- alat industri

- manajemen

- pemegang saham

2. Lingkungan eksternal adalah faktor yang tidak berpengaruh langsung terhadap perusahaan. Lingkunag ini terdiri dari lingkungan mikro dan lingkungan makro:



Lingkungan Mikro lingkungan ini adalah lingkunangan yang secara langsung relevan bagi perusaan untuk bisa mencapai tujuan dari perusahaan tersebut.Hal-hal yang termasuk dalam lingkungan mikro, yaitu:

1.pelanggan kelompok/konsumen yang mengkonsumsi produk yang dihasilkan olehsuatuperusahaan.

2.Pemasok, adalah kelompok atau individu yang menyediakan segala sesuatu yangdibutuhkanolehperusahaan memproduksi produknya misalnya bahan baku,alat produksi,keuangan dan tenagakerja.

3.Perantara, orang yang berperan sebagai penyalur antara perusahaan yang menhsilkan produksi kepada para pelangggan.
4. Pesaing, perusahaan yang menawarkan kepada pelanggan yang dan punya produk yang sama.

5. Kreditor, kelompok atau perusahaan tertentu yang berpengaruh terhadap kegiatan organisasi keuangan, contohnya: bank atau individu yang menawarkan pinjaman uang.
6. Pembuat peraturan, badan yang bergerak sebagai penegak hukum.



 Lingkungan makro adalah lingkungan yang mempunyai dampak secara tidak langsung terhadap perusahaan . Lingkungan ini memiliki cakupan yang sangat luas dibandingkan lingkungan mikro. Yang termasuk dalam lingkungan makro adalah lingkungang teknologi, lingkungan ekonomi, lingkungan sosial budaya, lingkungan hukum, lingkungan global dan lingkungan alam. berbagai jenis Environtment luar tersebut kita dapat mengelompokannya kedalam dua faktor utama:

1. Faktor lingkungan ekonomi
2. Faktor lingkungan non ekonomi

Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan luar perusahaan, baik pada skala nasional, regional maupun global. Pada era liberalisasi dan globalisasi pada abad ke 21, para pimpinan perusahaan tidak dapat mengabaikan begitu saja perubahan-perubahan yang terjadi di sekeliling mereka, terutama jika mereka ingin meraih kemenangan.

kita saksikan bagaimana perubahan lingkungan eksternal yang berjalan dengan sangat cepatnya, seperti kejadian penyerangan gedung kembar World Trade Center dan serbuan militer Amerika Serikat ke Irak, kemudian dalam sekejap memporak-porandakan keunggulan bersaing satu negara dalam pola perdagangan antar bangsa di dunia. Pengaruh buruk dampak Envirotment eksternal kadang-kadang bersifat terselubung, dan dengan kejamnya merenggut kedudukan keunggulan persaingan beberapa perusahaan domestik yang berskala kecil dan menengah.

Kita melihat bagaimana krisis perekonomian nasional yang dilanjutkan dengan berbagai krisis politik dan sosial sejak tahun 1998 pada kenyataannya telah merubah seluruh tatanan (paradigm) melakukan kegiatan berusaha dari perusahaan-perusahaan swasta nasional di negara kita. Apalagi dengan kondisi internal kebanyakan perusahaan yang memburuk dan bangkrutnya sebagian perusahaan, perhatian terhadap pengaruh dan dampak faktor-faktor lingkungan eksternal perusahaan yang bersifat makro menjadi sangat penting.

Tanpa disadari berbagai perubahan issue non-ekonomi, seperti peristiwa bom Bali perselisihan antar kelompok etnis di Maluku dan Kalimantan Barat, sengketa wilayah Aceh dan tuntutan kelompok Gerakan Aceh Merdeka, semuanya telah mengganggu pencapaian kinerja perusahaan di Indonesia dalam jangka pendek. Terakhir kali kita saksikan bagaimana datangnya gelombang tsunami telah merusak sendi-sendi perekonomian di berbagai lokalitas di kawasan Aceh dan Sumatera Utara.
Perubahan dalam Accouting Dept, Finance Dept, Legal Dept, dan Marketing Dept.



Perubahan dalam accounting

Depertemen finance

Kemajuan teknologi informasi juga membawa dampak besar pada
perkembangan dalam paradigma maupun pada teknologi manufaktur. Beberapa faktor akuntansi manajemen yang mendasar mengalami perubahan akibat penggunaan teknologi informasi. Perubahan tersebut antara lain mencakup proses perencanaan, pengendalian aktivitas rutin, struktur organisasi dan situasi kerja.Dalam situasi dimana lingkungan berubah, maka rencana organisasi juga harus berubah agar tetap bertahan dan keadaan organisasi tetap stabil. Organisasi yang dihadapkan dengan perubahan lingkungan harus responsif jika tidak ingin mengalami penurunan aktivitas yang tidak dapat dihindarkan. Kondisi ini mengharuskan manajemen untuk selalu melakukan peningkatan yang inovatif secara kontinu disegala aspek agar perusahaan dapat tetap bertahan dalam persaingan yang sangat ketat, bahkan dapat memungkinkan perusahaan dapat menjadi leading company.



 Dept Accounting

Perubahan lingkungan dan pergeseran fungsi obyektif perusahaan kepada kepuasan pelanggan menuntut akuntansi manajemen sebagai suatu proses dalam organisasi yang bertujuan untuk menyediakan informasi bagi para manajer untuk mampu menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu bagi pengambilan keputusan manajemen.

Dept Legal

Persaingan usaha tidak sehat (unfair Competition) sangat tidak diharapkan terjadi. Pasal 10 bis dari konvensi Paris memuat ketentuan bahwa negara peserta Uni Paris terikat untuk memberikan perlindungan yang efektif agar tidak terjadi persaingan usaha yang tidak sehat Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi ,persaingan tidak sehat ini banyak pula terjadi di internet , terutama jika dikaitkan dengan pemakaian domain name di jaringan internet yang sering menggunakan nama-nama perusahaan , merek dagang dan jasa, serta nama-nama public figure tanpa izin dari yang berhak.

Dept marketing

 Pada era revolusi informasi perubahan dominasi pasar akan berlanjut karena pasar akan makin didominasi oleh para konsumen yang makin demanding atau cerewet, yang tidak puas dengan barang produksi massal.

Perubahan proses produksi karena perubahan permintaan pasar di mungkinkan karena perkembangan teknologi proses yang mempunyai fleksibilitas tinggi (flexible manufacturing systems) telah berhasil mempersingkat waktu setup (set up time) sehingga barang yang diproduksi dalam large batch maupun small batch tidak mempunyai perbedaan yang berarti dalam biaya per unitnya.

Sistem informasi terkomputerasasi (CBIS)

Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah Informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.

Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. Pada bagian pengolahan dengan komputer terdiri dari lima bidang yakni SIA, SIM, DSS, kantor virtual dan sistem berbasis pengetahuan. Hal tersebut dinamakan dengan sistem informasi berbasis komputer (komputer based information sistem). Gambar menunjukkan model CBIS.



Adapun tahapan perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Fokus awal pada data (EDP)

2. Fokus baru pada informasi (SIM)

3. Fokus revisi pada pengambilan

keputusan (DSS)

4. Fokus sekarang pada komunikasi (OA)

5. Fokus potensial pada konsultasi


cukup sekian dari artikel singkat saya semoga bermanfaat ..

#universitaswidyatama #widyatama #ferisulianta #sulianta #imanuel #komputerdanmasyarakat #internet&duniabisnis #computerandsociety #internetdanduniabisnis





Komentar

Postingan populer dari blog ini

JARINGAN DAN KOMUNIKASI

REVIEW pertemuan 10